Artikel

Sejarah Desa

24 Agustus 2026  Administrator  43 Kali Dibaca 

Desa Tuare adalah desa terujung di wilayah keadatan To Bada di wilayah administratif Kecamatan Lore Barat yang dimekarkan menjadi kecamatan pada tanggal 23 Agustus 2006, Selanjutnya untuk mengetahui sejauh mana gambaran sejarah Singkat berdirinya desa Tuare sejak manusia berada sampai sekarang. 

Konon penduduk desa Tuare berasal berasal dari desa Gintu yang saat itu mengikuti aliran sungai belanta (sungai laeriang) kebagian barat, kemudian mendapat tempat yang aman di bagian utara desa Tuare sekarang, yaitu di atas puncak pegunungan padalolo. 

Dengan perkembangan penduduk semakin meningkat mereka hidup tentram dengan mata pencaharian bertani dan membuka ladang secara berpindah-pindah untuk kebutuhan mereka sehari-hari. 

Dengan kehidupan mereka pada saat itu, perekonomian mereka sangat mendukung, dengan perkembangan ekonomi tersebut datanglah hasutan dari bangsawan manapun untuk datang berperang/menyerang penduduk pemukiman padalolo saat itu, tetapi penduduk pemukiman padalolo tetap bertahan dan memukul mundur lawan dengan pimpinan lascar KOROMPO TOPOLA  (Alm). 

Selanjutnya dengan tidak amannya pemukiman padalolo yang sering di kacaukan oleh para pemberontak, penduduk padalolo sepakat untuk membuat benteng (tondo) dua tempat yang akan didiami dua kelompok penduduk penghuni padalolo yaitu benteng (tondo I) didiami oleh kelompok pembesar (bangsawan/kabilaha) dan benteng (tondo II) didiami oleh kelompok suruhan (hawi) 

Hari demi hari perkembangan penduduk dan perekonomian mereka semakin meningkat kehidupan mereka sangatlah tentram dan damai, karena kesejahteraan masyarakat pada saat itu, mereka memberikan makanan ternak dengan memakai dulang emas (batili). 

Beberapa waktu kemudian datanglah hasutan dari bangsawan kulawi untuk berperang melawan penduduk pemukiman padalolo, tetapi mereka tetap bertahan memukul mundur lawan, dan saat itu mereka dapat menawan beberapa orang pemberontak. 

Mulai dari saat itu penduduk pemukiman padalolo tidak tentram, dan kemudian mereka bersepakat untuk meninggalkan pemukiman padalolo dan selanjutnya kembali mengikuti sungai kebagian selatan dan mereka mendapat tempat di pinggir sungai belanta (sungai laeriang) kurang lebih 200 meter di bagian utara sungai. Pada tahun 1905 mereka membuka pemukiman baru di pimpin oleh Tadulako TAMOGA PESOBA (Alm) dan pada saat itu penduduk belum mengenal agama.  

Dengan hiruk pikuknya kicauan burung maleo pagi hari dikampung yang baru ditempati dan perkiraan masyarakat pada saat itu adalah sebagai tanda protes burung maleo atas perombakan hutan yang mereka huni untuk dijadikan perkampungan dan mulai saat itulah mereka resmi menamakan pemukiman mereka TUARE yang berasal dari bunyi burung maleo. (Demikian cerita orang tua) Sejak tanggal 1 Agustus 1905 tebentuknya perkampungan Tuare.

Tahun 1915, agama Kristen masuk tanah bada di bawah oleh Tuan CRUIT dan ZERO dari minahasa dan mulai saat itulah penduduk Desa Tuare mengenal agama. 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

  Menu Kategori

  Statistik

 Arsip Artikel

23 Agustus 2026 | 44 Kali
MUSYAWARAH DESA TUARE
23 Agustus 2026 | 44 Kali
MUSYAWARAH DESA TUARE
23 Agustus 2026 | 44 Kali
MUSYAWARAH DESA TUARE

 Agenda

Belum ada agenda

  Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Alamat : Jln. Protokol No 16
Desa : Tuare
Kecamatan : Lore Barat
Kabupaten : Poso
Kodepos : 94654
Telepon :
Email :

  Statistik Pengunjung

  • Hari ini : 53
    Kemarin : 3
    Total Pengunjung : 631
    Sistem Operasi : Unknown Platform
    IP Address : 216.73.217.111
    Browser : Mozilla 5.0